Browse » Home » , » Upgrade Honda Beat

Upgrade Honda Beat




BeatMania - Alasan meng-upgrade performa motor bisa karena banyak hal. Salah satunya kurang puas saat dipakai turing. Hal itulah yang dialami Bro goendoel punya nama asli Jumadi Richardo Sesepuh di BISA ( Beat In Sragen ). Pria ini mengeluhkan performa motornya saat ia turing beberapa waktu lalu.
“Motor cuma lari 20 sampai 30 km/jam doang pas ketemu tanjakan panjang, sampai dongkol sama nih motor,” katanya. Makanya dari pada enggak enjoy saat turing, tanpa berlama-lama ia pun meng-upgrade performa skutiknya bermodalnya informasi dari media dan buah pikirannya sendiri.
“Hasilnya pun lumayan, akselerasi lebih dapat dan pastinya spek ini enak buat turing dan harian. Biaya juga enggak terlalu mahal tuh,” urai Bro Goendoel.
Mungkin dari antara pembaca ada yang mau meniru langkah Bro Goendoel? Yuk langsung dilihat perubahannya.





Mesin

Sektor mesin jadi bagian yang lumayan terkena sentuhan. “Di bengkel Kepercayaan Saya sendiri, piston standar berdiameter 50 mm diganti dengan 52 mm,” terang pria ramah ini. Jika dihitung-hitung, maka kapasitas mesin naik jadi 117 cc. Enggak terlalu ekstrem naiknya soalnya masih mengutamakan durability mesin mengingat sering dipake touring keluar kota.
Masih dari bengkel yang sama, saluran in dan ex kepala silinder kena sentuhan bor tunner. Porting-polish dilakukan supaya aliran gas bakar dan sisa pembakaran bisa tersalurkan dengan lancar. Untuk pengerjaan itu semua, Wisnu mengeluarkan biaya Rp 500 ribu sudah termasuk paking dan jasa pengerjaan.






Noken As

Sebagai jantungnya mesin 4-tak yang mengatur timing buka-tutup klep, noken as standar di-custom ulang. “Lift-nya enggak terlalu tinggi dan durasi enggak ekstrem, cuma angka pastinya gue lupa hehehe...,” kata Bro Goendoel yang mempercayakan rekan komunitasnya untuk menggarap part satu ini.




Karburator

Supaya tarikan lebih enteng, karburator standar yang tipe vakum dilengserkan. Gantinya pakai karburator milik Yamaha RX-King berdiameter 26 mm dengan paduan main jet 100 dan pilot jet 22,5. “Tarikan bawah memang agak berat, tapi tengah dan atasnya teriak sob,” girang pria pengangguran sukses ini.

CDI dan Koil

Gas bakar yang masuk semakin banyak tentu membutuhkan pengapian lebih besar. Makanya otak pengapian standar dilepas dan digantikan CDI berlabel BRT tipe F-Tech dengan kurva pengapian fix. Dipadu koil Honda Karisma yang diyakini punya energi listrik cukup besar.



Knalpot

Memperlancar gas buang, knalpot standar cukup dibobok. “Cuma satu sekat yang dilepas, makanya suara masih seperti standarnya,” kata Bro Goendoel.

Roller

Untuk part jeroan CVT ini Bro Goendoel punya pendapat sendiri. “Untuk turing perpaduan 7 dan 9 gram. Kalau harian 10 gram rata,” katanya. Jadi, pas tanjakan tetap ngacir deh!

Tes Performa

Guna mengetahui hasil ubahannya, motor Bro Goendoel dites menggunakan Racelogic Performance Box asal Inggris. Perbandingannya pakai Honda BeAT standar tahun 2012 dengan pengendara tinggi 170 cm dan berat 56 kg.Roller pakai 10 gram rata. Hasilnya, silakan lihat boks Data Test Akselerasi


Data Test Akselerasi
StandarUpgrade
0-60 km/jam7,8 detik 7,5 detik
0-80 km/jam14,1 detik12,2 detik
0-100 km/jam19,4 detik16,4 detik
0-201 meter17,6 detik14 detik   
0-402 meter27,4 detik21,9 detik
Top Speed106 km/jam110 km/jam

So,bagi BeatMania yang doyan touring bisa meniru alternatif ini biar touring lebih enjoy sob...salam One Heart!!



3 komentar:

Unknown mengatakan...

perbandingan konsumsi bahan bakar jadi 1: brapa km....??

Unknown mengatakan...

bro sarang buat upgrade beat fi.thx

Unknown mengatakan...

Bro saya mau nanya itu roller di kombinasiin emng boleh gan takutnya bisa ngerusak performa kalau ane pake roller 12 gram cld udh manteb bro tarikan pertama hentak bgt malah gk usah pake kombinasi

Posting Komentar